Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Februari 2013

BUKU TAIKO

     

      Dalam pergolakan menjelang dekade abad keenam belas, Kekaisaran Jepang menggeliat dalam kekacau-balauan ketika keshogunan tercerai-berai dan panglima-panglima perang musuh berusaha merebut kemenangan. Benteng-benteng dirusak, desa-desa dijarah, ladang-ladang dibakar. Di tengah-tengah penghancuran ini, muncul tiga orang yang bercita-cita mempersatukan bangsa. Nobunaga yang ekstrem, penuh karisma, namun brutal; leyasu yang tenang, berhati-hati, bijaksana, berani di medan perang, dan dewasa. Namun kunci dari tiga serangkai ini adalah Hideyoshi, si kurus berwajah monyet yang secara tak terduga menjadi juru selamat bagi negeri porak-poranda ini. 
    
       Ia Lahir sebagai anak petani, menghadapi dunia tanpa bekal apa pun, namun kecerdasannya berhasil mengubah pelayan-pelayan yang ragu-ragu menjadi setia, saingan menjadi teman, dan musuh menjadi sekutu.  
    
      Pengertiannya yang mendalam terhadap sifat dasar manusia telah membuka kunci pintu-pintu gerbang benteng, membuka pikiran orang-orang, dan memikat hati para wanita. Dari seorang pembawa sandal, ia akhirnya, menjadi Taiko, penguasa mutlak Kekaisaran Jepang. Taiko merupakan karya besar Eiji Yoshikawa, penulis bestseller internasional, yang berisi pawai sejarah dan kekerasan, pengkhianatan dan pengorbanan diri, kelembutan dan kekejaman. Sebuah epik yang menggambarkan kebangkitan feodal Jepang secara nyata

BUKU MUSASHI






   Miyamoto Musashi adalah anak desa yang bercita-cita menjadi samurai sejati. Di tahun 1600 yang penuh pergolakan itu, ia menceburkan diri ke dalam Pertempuran Sekigahara, tanpa menyadari betul apa yang diperbuatnya. Setelah pertempuran berakhir, ia mendapati dirinya terbaring kalah dan terluka di tengah ribuan mayat yang bergelimpangan.

    Dalam perjalanan pulang, ia melakukan tindakan gegabah yang membuatnya menjadi buronan hingga seorang pendeta Zen berhasil menaklukkannya. Otsu, gadis cantik yang mengaguminya, membebaskan Musashi dari hukumannya, tapi Musashi kembali tertangkap. Selama tiga tahun ia mesti menjalani kehidupan mengasingkan diri, dan masa-masa itu dipergunakannya untuk menyelami karya-karya klasik Jepang dan Cina.

   Setelah bebas kembali, ia menolak diberi jabatan sebagai samurai. Selama beberapa tahun berikutnya, ia mengejar cita-citanya dengan tekad penuh mengukuti Jalan Pedang, dan menjadi samurai sejati. Lambat laun ia mengerti bahwa mengikuti Jalan Pedang bukan sekedar mencari sasaran untuk mencoba kekuatannya. Ia terus mengasah kemampuan, belajar dari alam dan mendisiplinkan diri untuk menjadi manusia sejati. Ia menjadi pahlawan yang tidak mau menonjolkan diri bagi orang-orang yang hidupnya telah ia sentuh atau telah menyentuh dirinya. Ujian puncak baginya adalah ketika ia harus bertarung melawan Sasaki Kojiro, saingan terberatnya yang masih muda dan sangat tangguh. Mereka akan mengadu kemampuan, dan Musashi ingin membuktikan bahwa kekuatan dan keterampilan bukan satu-satunya yang bisa diandalkan untuk menentukan kemenangan.

Kamis, 07 Februari 2013

Novel Inheritance






Semua berawal dengan Eragon...
Dan berakhir dengan Warisan.


     Beberapa waktu lalu, Eragon––Shadeslayer, Penunggang Naga––bukanlah siapa-siapa, hanya bocah petani miskin. Naganya, Saphira, cuma batu biru di hutan. Sekarang, nasib seluruh umat manusia berada di tangan mereka.

     Latihan dan pertempuran selama berbulan-bulan yang panjang membawa kemenangan dan harapan, tapi juga duka mencekam. Namun, pertempuran yang sesungguhnya belumlah terjadi: mereka harus berhadapan dengan Galbatorix. Mereka mesti cukup kuat untuk mengalahkannya. Dan kalau mereka tidak mampu, berarti yang lain tidak punya peluang.

    Tidak ada yang menyangka sang Penunggang dan naganya akan mampu sampai sejauh ini. Tetapi, sanggupkah mereka menggulingkan si raja jahat dan mengembalikan keadilan ke AlagaĆ«sia? Dan kalaupun sanggup, seberapa besarkah pengorbanan yang harus dilakukan?

Novel Brisingr







  brisingr adalah buku ketiga dari Seri Inheritance. Ceritanya berawal dengan pencarian Eragon, Saphira dan Roran untuk menemukan Katrina, tunangan Roran yang ditawan oleh Ra'zac. Setelah berhasil membebaskan Katrina, mereka kembali ke Varden. Roran dan Katrina pun akhirnya menikah. Eragon juga berusaha menghapus kutukan yang telah tidak sengaja ia timpakan ke seorang gadis kecil bernama Elva, yang menjadi pelindung dari kesengsaraan orang lain. Meski tidak berhasil menghapus kutukan itu, Elva mengatakan dia tidak akan menjadi teman atau musuh Eragon, tetapi Elva tetap menjaga kesetiaannya kepada Saphira.

       Roran ditugaskan menjadi salah satu prajurit penting Kaum Varden, ia dan pasukannya ditugaskan melumpuhkan kota-kota milik Kerajaan Galbatorix. Sementara Eragon ditugaskan oleh Nasuada untuk mengawasi pemilihan raja kurcaci yang baru setelah Horthgar meninggal. Syangnya, ia harus berpisah dengan Saphira beberapa lama. Setelah memenangkan kepercayaan para Dwarf, Orik, pemimpin klan Durgrimst Ingeitum ditunjuk menjadi raja baru Kaum Kurcaci. Saat penobatannya, Saphira dan Eragon memperbaiki Ishdar Mitrim di Farthen dur yang dulu hancur ketika pertarungan Eragon dengan Durza.

      Perjalanan Eragon dan Saphira berlanjut ke Ellesmera untuk meneruskan latihan ke Oromis dan Glaedr. Di sana Eragon diberitahu bahwa Ayah kandung Eragon yang sebenarnya adalah Brom. Karena pedang Eragon diambil Murtagh, ia meminta bantuan Rhunon-elda untuk membantunya membuat pedang penunggang baru dan diberi nama BRISINGR. Kemudian mereka kembali ke Kaum Varden untuk menyiapkan peperangan melawan pasukan Galbatorix

      Oromis dan Glaedr ikut melawan Thorn dan Murtagh di Gil'ead, tiba-tiba Golbatorix menampakan diri melalui Murtagh dan membunuh Oromis. Eragon yang saat itu bertarung bersama arya melawan Shade melihat pembunuhan itu dalam benaknya dan ini berarti Eragon dan Saphira adalah penunggang terakhir dan sendirian yang harus melawan Galbatorix.

      ketiga ini lebih seru dari seri sebelumnya, meski tebalnya jauh lebih daripada buku sebelumnya, tapi Paolini mampu membuat kita penasaran akan kelanjutan ceritanya. Termasuk lanjutan buku keempatnya, Inheritance.. :D

Novel Eldest

      






     Eldest adalah serial lanjutan dari Eragon. Walaupun berhasil mengalahkan pasukan Galbatorix dan membunuh Durza, Kaum Verden kehilangan pemimpinnya, Ajihad. Sepeninggal Ajihad, Kaum Varden mengangkat Nasuada, putri tunggal Ajihad, sebagai pemimpin mereka yang baru dan Eragon, sesudah mengucap sumpah setia pada Nasuada berencana meneruskan perjalanan mereka ke Ellesmera untuk dilatih sebagai penunggang Naga oleh para Elf. Sebelum berangkat, Eragon diadopsi oleh Raja kaum Kurcaci untuk menjadi anggota klan kurcacinya, Dugrimst Ingeitum. Eragon pergi ke Ellesmera dengan ditemani Arya dan Orik, anak angkat Hrotghgar, raja kaum kurcaci.Sesampainya di Ellesmera, ternyata masih ada penunggang dan naganya yang tersisa, Oromis dan Glaedr. Dari merekalah, Eragon dan Saphira belajar baik bersama-sama maupun terpisah.

      Selang beberapa lama, tersiar kabar Verden akan berperang melawan Kerajaan Galbatorix, sehingga membuat Eragon dan Saphira menunda latihannya lebih lanjut. Sementara itu, Roran dan penduduk Carvahall meninggalkan desa mereka dan mengungsi ke markas Kaum Varden. Pertarungan antara Varden dan pasukan Galbatorix berlangsung cukup sengit, karena ternyata Galbatorix telah menetaskan satu telur naganya yang dikendarai Murtagh, seorang teman Eragon yang dikira mati saat pertempuran Kaum Varden di buku 1 dulu, yang ternyata adalah saudara kandung Eragon sendiri. Meski peperangan bisa dimenangkan, tetapi petualangan belum berhenti, karena Eragon masih harus mengungkapkan identitasnya dan bertempur melawan Galbatorix. Sedangkan Roran juga masih harus membebaskan Katrina, kekasihnya yang ditawan oleh para Ra'zac.

     Novel Eldest ini lebih menceritakan sisi fantasinya saat berada di kediaman para Elf. Penggambaran yang apik dan alur yang ringan juga menjadi kekuatan dalam membuat pembacanya penasaran bagaimana kisah Eragon berlanjut

Novel Eragon


     



  


     Daya imajinasi Christopher Paolini yang tertuang dalam bukunya ini, benar-benar telah membuktikan bahwa daya imajinasinya memiliki kehebatan dan kekhasan tersendiri. Terbukti dengan alur cerita Eragon yang sama sekali tidak menunjukkan kebosanan seperti halnya novel lain. Dalam buku ini juga Christopher Paolini menunjukkan kreativitasnya dalam membuat berbagai bahasa kuno dan bahasa makhluk-makhluk sihir ciptaannya sendiri dengan sangat kontras.
Buku ini menceritakan tentang perubahan kehidupan Eragon, yang anak seorang petani miskin, menjadi seorang Penunggang Naga setelah menemukan sebuah telur naga berwarna biru safir di sekitar hutan Spine. Perubahan dalam kehidupannya mulai terlihat ketika Pamannya, Garrow, meninggal dunia karena dibunuh Ra’zac. Merasa dendam atas kematian Pamannya, Eragon dan Saphira, naganya yang telah menetas, Eragon pergi mengarungi dunianya yang semakin berubah dengan hadirnya berbagai makhluk sihir seperti urgal, kurcaci, elf, shade, dan banyak lagi.
            Semula, pembaca mungkin akan dibuat bingung dengan bahasa-bahasa aneh yang ada di dalam buku. Tetapi hal itu dapat teratasi dengan adanya kamus bahasa kuno dan bahasa makhluk sihir yang terdapat di bagian paling belakang buku. Memang sedikit merepotkan, tetapi Paolini sebelumnya telah menjelaskan bahwa kamus tersebut diletakkan di bagian paling belakang buku karena Eragon sendiri belum mengerti sejumlah bahasa kuno yang diucapkan oleh makhluk-makhluk yang berinteraksi dengannya.
            Kehebatan buku ini tentu saja tak lepas dari kesan yang dibawa oleh covernya yang sederhana namun cukup memiliki gambaran mengenai isi bukunya. Namun sayangnya, kesederhanaan ini tak menimbulkan kesan pemikat yang cukup terlihat dari warna bukunya yang cenderung monoton. Meskipun begitu, cerita yang disajikan buku ini sangat luar biasa bahkan mampu merangsang daya imajinasi pembacanya tanpa henti